Cara Menentukan Arah Kiblat

Cara menentukan arah kiblat tentunya tidak bisa sembarangan , artikel ini kami buat hanya sebatas informasi untuk pertimbangan dan tidak bersifat mutlak.

Mendengar kata kiblat, pasti setiap umat islam selalu menunjuk dan menghadap arah barat ketika mendirikan sholat, mereka beranggapan kalau Ka’bah berada di Mekkah arab Saudi, yang letaknya berada di asia barat.

cara menentukan arah kiblat

Tak heran ketika semua orang selalu beranggapan kiblat berada di arah barat. Padahal letak ka’bah secara geografis tidak tepat berada di arah barat. Maka pernah dilakukan penetapan arah kiblat.

Penetapan arah kiblat ini sempat menjadi polemik di Indonesia. Karena menghadap kiblat merupakan syarat sah nya mendirikan sholat bagi umat islam, baik sholat wajib maupun sholat sunnah.

Banyak dilakukan cara menentukan arah kiblat yang dilakukan sejumlah matematikawan dan astronom Muslim dalam kurun waktu 1000 tahun terakhir.

Cara Menentukan Arah Kiblat , Pengertian Kiblat Dan Sejarah Kiblat

cara menentukan kiblat

Pengertian Kiblat

Menurut pengertiannya, Kiblat berasal dari  bahasa Arab Qiblah yang berarti arah yang dituju saat seorang muslim mendirikan Ibadah sholat.(Wikipedia Indonesia)

Kiblat atau qiblah merupakan salah satu hal terpenting bagi umat Islam di dunia. Keneradaannya pun harus tepat.

Karena merupakan titik tuju dimana seorang muslim melaksanakan sholat. Dan kiblat ini merupakan salah satu syarat sah nya sholat.

Bagi muslim di Indonesia, kiblat mereka yakini biasanya ada di arah barat, mengapa demikian? Karena sudah menjadi cara turun temurun bahwa kiblat berada di daerah barat/asia barat.

Karena mereka tidak tahu secara pasti dimana arah kiblat itu terletak. Hanya mengandalkan Matahari terbenam dan kata orang tua zaman dulu yang belum pasti kebenarannya.

Maka beberapa waktu dulu, penentuan / cara menentukan arah kiblat ini selalu menjadi pro dan kontra.

Ada yang berpendapat bahwa arah kiblat bukan di barat, namun letak keberadaan masjid janganlah dirubah, melainkan yang di rubah hanya penataan garis shof nya.

Ada juga yang berpendapat biarkan apa adanya, karena kita sholat yang penting hati kita tetap tertuju pada Allah Azza Wa Jalla.

Karena sebagian orang ini berpendapat, buat apa berselisih paham, daripada berselisih paham mari kita benarkan sholat kita terlebih dahulu.

Yaa.. namanya pro dan kontra yaa…

Sejarah Kiblat

Sebelum kiblat ditentukan di Ka’bah (Mekkah), awalnya kiblat berada di Yerusalem (Palestina). Menurut penjelasan tafsir Ibnu Katsir, Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat mendirikan sholat,  lebih sering menghadap Ka’bah atau kiblatnya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

Perubahan arah kiblat ini dilakukan bukan karena asal-asalan, tetapi perubahan arah kiblat ini dilakukan setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan perintah dari Allah Azza wa jalla. Karena pada saat itu Rasulullah Berkali-kali menengadahkan wajah ke langit, mengharap kepada Allah Azza wa Jalla untuk menurunkan wahyu perihal arah kiblat.

Berikut firman-Nya :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ
Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram, dan dimana saja kamu berada. Palingkan mukamu ke arahnya. [Al-Baqarah/2”144]
Sumber: https://almanhaj.or.id/3751-perubahan-arah-kiblat.html

Shalat pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menghadap Ka’bah adalah shalat Zhuhur di Bani Salamah ; sedangkan shalat ‘Ashar di masjid Nabawi. Penduduk Quba’ merubah kiblat mereka ke arah Ka’bah ketika sedang menunaikan shalat Shubuh, setelah kabar tentang perubahan kiblat sampai kepada mereka.[4]

Perubahan Kiblat, Kesenangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Dan Kemurkaan Yahudi
Perubahan kiblat ini memberikan suasana gembira di hati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah Azza wa Jalla telah mengabulkan harapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebaliknya, bagi kaum Yahudi, perubahan ini merupakan pukulan telak. Karena dugaan mereka selama ini, ternyata salah total dan terbantahkan. Oleh karena itu, mereka sangat geram dan melontarkan isu-isu baru yang bersumber pada praduga hampa.

Allah Azza wa Jalla pun turun tangan dengan menurunkan ayat-ayat-Nya guna menghancurkan dugaan-dugaan kaum Yahudi ini.

Ketika kaum Yahudi menebarkan isu bahwa kebaikan hanya bisa diraih dengan cara shalat menghadap Baitul Maqdis, Allah Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya, :

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta, (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. [al-Baqarah/2:177]

Ketika mereka mempertanyakan sebab perubahan ini, Allah Azza wa Jalla mengajarkan jawaban dari pertanyaan ini kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Azza wa Jalla berfirman :

وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi beberapa orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. [al-Baqarah/2:143]

Perubahan Kiblat sebagai Ujian bagi kaum muslimin melalui Al- Qura’an, Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa tujuan lain dari perubahan kiblat ini adalah untuk menguji kekuatan aqidah kaum Muslimin dan kesigapan mereka melaksanakan perintah-perintah Allah Azza wa Jalla sebagaimana disebut pada ayat di atas [al-Baqarah/2:143]

Dan ternyata kesiagapan para shahabat merupakan bukti keimanan yang luar biasa. Sebagaimana tergambar dalam sebuah hadits yang dibawakan oleh imam Bukhari dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu yang mengatakan :

بَيْنَا النَّاسُ يُصَلُّونَ الصُّبْحَ فِي مَسْجِدِ قُبَاءٍ إِذْ جَاءَ جَاءٍ فَقَالَ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرْآنًا أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْكَعْبَةَ فَاسْتَقْبِلُوهَا فَتَوَجَّهُوا إِلَى الْكَعْبَةِ

Ketika jama’ah kaum Muslimin sedang menunaikan shalat Shubuh di Quba’, tiba-tiba ada seorang shahabat mendatangi mereka, lalu mengatakan : “Allah Azza wa Jalla telah menurunkan sebuah ayat kepada Nabi-Nya agar menghadap Ka’bah, maka hendaklah kalian menghadap Ka’bah !” Lantas mereka semua berpaling menghadap ke arah Ka’bah.

Ayat di atas juga sebagai jawaban dari pertanyaan yang timbul akibat perubahan kiblat ini, yaitu bagaimana dengan shalat para shahabat yang meninggal dunia sebelum perubahan kiblat ini, apakah shalat mereka dengan menghadap Baitul Maqdis diterima oleh Allah Azza wa Jalla ataukah tidak ? Jawabannya, Allah Azza wa Jalla tidak akan menyia-nyiakan shalat mereka.

Karena mereka melakukan shalat dengan menghadap Baitul Maqdis itu dalam rangka mentaati Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, sebagaimana para shahabat yang masih hidup menunaikan shalat menghadap Ka’bah juga dalam rangka mentaati Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.

Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mendirikan shalat dengan benar dan teratur sehingga iman kita semakin kuat. Dan semoga Allah Azza wa Jalla mempersatukan seluruh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia, karena kiblat mereka sesungguhnya hanya satu.

(Diangkat dari as-Sîratun Nabawiyah as-Shahîhah, hlm. 349-352).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XIII/1430H/2009. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

Sumber: https://almanhaj.or.id/3751-perubahan-arah-kiblat.html

Cara Menentukan Arah Kiblat

Perhitungan dan penelitian geometris yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia, telah dilakukan oleh sejumlah matematikawan dan astronom muslim,seperti Biruni dalam kurun waktu 1000 tahun terakhir.

 Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari di manapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat.

Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain di mana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), di mana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB) (Wikipedia Indonesia)

Itulah tadi cara menentukan arah kiblat menurut matematikawan dan astronom muslim,

nah cara untuk menetukan arah kiblat lainnya adalah seperti di bawah ini :

Dengan Melihat Matahari  Sebagai Patokan.

cara menentukan arah kiblat

Cara menentukan arah Kiblat yang pertama adalah dengan memperhatikan gerak semu harian matahari sebagai penentu arah, karena sejak jaman dahulu nenek moyang kita menggunakan matahari sebagai alat navigasi yang paling mudah.

Dan dengan matahari inilah cara paling mudah dan paling lama telah digunakan sejak nenek moyang kita dulu hidup.

Karena sudah dapat dipastikan dimana matahari terbit disitulah arah timur, begitu pula sebaliknya ketika matahari terbenam disitulah arah barat.

Sampai saat ini pun sistem navigasi sederhana itu masih dipakai.

Dengan Melihat Gugusan Rasi Bintang Pada Saat Malam Hari.

cara menentukan arah kiblat

Cara menentukan arah kiblat bisa dilakukan dengan cara melihat gugusan bintang pada malam hari, saat malam cerah, terlihat gugusan Rasi bintang yang biasanya dipakai sebagai penentu arah mata angin. Seperti :

  • Rasi Bintang Orion/Pemburu

sebagai penunjuk arah Barat. Rasi Bintang ini mempunyai bentuk Segitiga di atasnya/di kepalanya, yang menunjukkan arah utara di ujung segitiganya. Dan arah selatan ditunjukkan dengan bentuk pedang. Diberi nama Orion karena diartikan pemburu terbaik di dunia yang konon cerita digambarkan sebagai putera Neptune.

  • Rasi Bintang Pari/Crux

sebagai penunjuk arah Selatan. Rasi Bintang Pari ini berbentuk pari/salib/layang-layang, dan biasanya terletak di langit sebelah selatan

  • Rasi Bintang Biduk / Great Bear

sebagai penunjuk arah utara dikenal sebagai Rasi Beruang Besar, yang bentuknya seperti gayung yang terdiri dari 7 bintang. Rasi bintang ini mempunyai keistimewaan yaitu tetap berada di langit utara meskipun gugusan bintang lainnya berputar di langit pada malam hari.

  • Rasi Bintang Scorpio

Sebagai petunjuk arah timur/tenggara, karena banyaknya bintang yang menyusunnya rasi bintang scorpio ini susah dicari.

Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan Melihat Jatuhnya Bayangan Benda

cara menentukan arah kiblat

Terkadang ketika kita sedang berjalan, dalam keadaan buta arah, kebanyakan orang menggunakan bayangan dirinya sendiri untuk mengetahui arah mana sekarang dia berjalan.

Selain itu, biasanya mereka menggunakan kayu atau benda apa saja dalam posisi berdiri tegap, seperti halnya jam matahari, kita dapat menentukan itu arah barat atau timur dengan letak jatuh nya bayangan benda yang terbentuk ketika benda tegap tadi pada saat membelakangi matahari.

Cara menetukan arah kiblat juga bisa menggunakan mistar ukuran kecil/pensil, kemudian pensil tadi kita taruh kertas di bawahnya, kemudian kita letakkan dibawah sinar matahari.

Setelah semua dilakukan maka jatuhnya bayangan benda tadi akan terlihat dimana arah kiblat itu berada. Dengan membuat 2garis yang disilangkan.

Kemudian titik pertemuan garis tersebut kita letakkan pensil/mistar tadi dalam posisi berdiri, setelah itu setiap ujung garis persilangan tadi, kita beri nama arah mata angin.

Menentukan Arah Kiblat Dengan Cara Melihat Lumut Yang Tumbuh di Batang Pohon

cara menentukan arah kiblat

untuk menentukan arah mata angin. Kalau pun kita sedang berada di dalam hutan, dan kita sedang tidak membawa kompas, maka cara lain adalah dengan melihat batang tubuh/batang utama pohon dan itu bukan rantingnya.

Bagaimana caranya? Caranya yaitu saat kita melewati pohon, kita dapat melihat lumut di salah satu sisi pohon, bila terdapat lumut di sisi pohon, maka sudah dipastikan itulah arah timur.

Karena disisi timur ini sinar matahari pagi belum sepanas ketika sinar matahari beranjak pada saat siang hari, dan sisi sebaliknya yang kering adalah arah barat.

Mengapa demikian? Karena sisi yang kering adalah sisi yang sepanjang siang terkena panas terik sinar matahari, sampai matahari terbenam, dan juga selain kering di sisi ini juga sering masih terasa hangat saat dipegang pada malam hari.

Inilah cara menentukan arah kiblat dengan melihat lumut tumbuh di batang pohon.

Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan Memakai Silet Atau Jarum

cara menentukan arah kiblat

Cara ini masih tergolong masih sangat sederhana, dengan menggunakan hukum fisika tentang medan magnet yaitu menggunakan silet atau jarum kita dapat melihat arah mata angin sebagai penganti kompas.

Caranya sangatlah mudah, yaitu menusukkan jarum pada gabus styrofoam kemudian letakkan gabus Styrofoam yang ada jarum ditusukan tadi ke dalam bejana berisi air. Nanti ujung jarum atau silet akan bergerak mengarah pada salah satu arah yaitu utara atau selatan.

Cara Menentukan Arah Kiblat Dengan Menggunakan Kompas

cara menentukan arah kiblat

Dengan cara ini pastilah sangat mempermudah bagi seseorang untuk menentukan arah, apalagi cara menentukan arah kiblat. Karena kompat sudah terbukti akurat sebagai alat penunjuk arah.

Caranya sangat mudah, peganglah kompas pada posisi kompas mendatar, lihat jarum kompas, biarkan bergerak bebas hingga akhirnya berhenti pada posisinya.

Disitu kita bisa melihat mana Arah Utara, Selatan, Barat, Timur. Nah kita juga bisa melihat dimana kira-kira arah kiblat ditunjukkan.

Sekarang sudah banyak dijual kompas Kiblat, dan biasanya juga sudah terpasang pada sajadah sholat. Sangat lebih mudah ketika kita ingin menunaikan sholat. Tinggal kita gelar sajadahnya, maka arah kiblat akan terlihat.

Menentukan Kiblat Dengan Cara Menggunakan Kemajuan Teknologi Canggih

cara menentukan arah kiblat

Dengan Menggunakan Kemajuan Teknologi Canggih ini cara menentukan arah kiblat pastilah sangat akurat, di dukung dengan kemajuan teknologi  berupa GPS (Global Positioning System).

GPS (Global Positioning System) merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang didukung oleh 27 jaringan satelit.  

GPS (Global Positioning System) dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika.

Selain GPS juga bisa menggunakan aplikasi android seperti Muslim App, dan menggunakan ipad. Dan semua nya juga masih berbasis GPS.

Menentukan Arah Kiblat Dengan Cara Menggunakan Software Aplikasi

cara menentukan arah kiblat

Banyak sudah sekarang aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk menentukan arah kiblat yang akurat, yaitu Qibla Locator atau petunjuk arah kiblat.

Aplikasi ini kemudian dirancang oleh Ibn Mas’ud, dengan menggunakan aplikasi Google Maps APIv2 dimulai sejak tahun 2006.

Kemudian aplikasi ini mengalami pengembangan tampilan, dimana pengembangan ini melibatkan Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada

Begitu canggih Aplikasi ini, ternyata Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 ini dilengkapi dengan geocoding dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta dan indikator tingkat pembesaran, sangat luar biasa.

Bahkan hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan beberapa aplikasi tambahan seperti Geocoder dan tampilan jarak.

Dengan menggunakan Qibla Locator berbasis Google Earth ini, arah kiblat dapat diketahui dari manapun kita berada.

Cara untuk mengetahuinya yaitu dibagian atas situs tersebut ada kotak untuk memasukkan nama lokasi, nama alamat atau nama jalan, hingga kode pos dan Negara atau dari garis Lintang dan garis Bujurnya.

Setelah semua diisi, maka sisi kanan gambar pada peta akan muncul besaran arah kiblat atau ka’bah, dan jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan tadi di kotak.

Menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat  Pemanfaatan Sains Atmosfer dan iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Peranti Lunak ini sangat membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat.

Katanya “Ini bisa untuk koreksi massal masjid-masjid di Indonesia”.

Melihat cara menetukan arah kiblat di atas, ternyata banyak dan beragam, mulai dari yang paling sederhana sampai ke teknologi yang tercanggih saat ini.

Dari Kedelapan cara diatas, cara menentukan arah kiblat paling akurat adalah dengan menggunakan kecanggihan teknologi saat ini, seperti aplikasi pada smartphone.

Dimana Smartphone sudah didukung dengan adanya GPS, sehingga cara menentukan arah kiblat pun dapat cepat teratasi dengan baik dan akurat. Karena GPS menggunakan satelit sebagai system navigasinya.

Selain itu Aplikasi Qibla Locator  yang berbasis Google Earth ini juga aplikasi tercanggih yang ada saat ini. Bisa dibilang sangat akurat dalam menentukan letak geografis suatu daerah, khususnya menentukan arah kiblat.

Berbeda dengan zaman sebelum teknologi berkembang cepat. Cara menentukan arah kiblat hanya mengandalkan perkiraan, dan mengandalkan alam sebagai navigasinya.

Seperti pendapat mengenai akurasi arah kiblat, tidak diwajibkan tepat 100 persen dalam sholat, banyak penafsiran dari Al-Quran, dalam Al-Baqarah QS 144, yang memerintahkan untuk sholat kearah kiblat, dari petikan kata ke arah yang ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan sholat kita ke Ka’bah di Mekkah, Urai Usep Fathudin, mantan Staf khusus Menteri Agama. [Sumber : nasional.kompas,com]

Semua cara menentukan arah kiblat, dengan akurasi yang tepat atau tidak, ini semua tak lepas dari kekuasaan Allah Azza Wa jalla.

Dialah yang Maha menciptakan seluruh alam raya dengan segala isinya.

Tidak ada usaha, kekuatan, dan upaya selain dengan kehendak Allah

Tugas kita di dunia hanya menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya

 

Walallahu’alam

Tinggalkan komentar